Selasa, 24 April 2012

0

DEAR DIARIES


Beautiful reword 12 February 2011 (20:30) Disudut sawah di pinggir jalan, aku duduk memandang langit menunggu matahari terbenam, dengan harapan yang tak terbatas bebas berandai mengulang waktu. langit memerah haripun mulai gelam, terdengar suara Azan menggelegar. Segera ku beranjak melangkahkan kaki menuju gubuk istana terindahku di Dunia ini, karna aku bias berkumpul, berbagi dan melihat senyuman terhangat kedua orangtuaku dan saudara-saudaraku. Ku sadari semua akan berubah dengan seiringnya waktu dan mereka akan pergi dariku, namun aku tak mau menyiakan waktu tanpa pernah menyelipkan kebahagian untuk mereka yang terkasih dan tersayang di dunia dan akirat. Setibanya, aku bergesas mandi, berwudu dan memenuhi panggilan shang Khalik. Disana tempat yang hakiki, bersamanya yang slalu kurindu dan mendekat padanya slalu kudapatkan ketenangan, kebahagian yang tiadatara. Penyejuk jiwa dan pengkilat hati, Alloh swt tempatku mengadu sgala keluh kesah dan menggantungkan harapan. Takterasa banyaknya doa yang terucap, hingga terdengar suara Azan isya, kulanjutkan dan usai memasahrahkan diri dari kewajiban. Saat ini candatawa dan senyum mereka, mahluk terkasih harta berharga yang tak ternilai harganya di dunia ini, mereka adalah kedua orangtuaku yang dimuliakan Alloh. Begiu hangat senyuman dan candatawa mereka, dalam hatiku berkata “ don’t leave me my everything, I love your wished for me, your effort to made me always feel happy in every moment. I never knew what I done as long as I’m on your side my lovely parent, apologize and thanks a lot Alloh the almighty. “. Kududuk ditengah-tengah kehangatan senyum kedua orangtuaku dan saudaraku, kita berbagi cintakasih saling berbagi keperdulian dan pengharapan. Malampun semakin larut, tak kuasa kumulai merasa mengantuk dan memutuskan untuk mengakiri malamku. Namun ketika pandang langit, kulihat seuyman indah shang rembulan memancarkan sinarnya yang begitu indah. Sejenak kuteringat saat senja yang tlah berlalu dengan lamunan tentangnya yang tlah lama pergi dan membuang cerita indah denganku. Kusadari semua yang tlah terjadi, namun kusadari pula hati ini tak mampu berganti dengan hati yang lain. Apakah ini? aku sendiri tak mengerti yang bias kulakukan hanya berserah diri pada shang khalik dengan mantra-mantra doa. Kujalani hidup semampu yang kubisa, dengan sisa cinta yang tersisa direlung hatiku. Keluhkesah, pengharapan dan airmata yang mengering untuk mengenangmu seseorang yang pernah menorehkan tinta hitam dihatiku dengan coretan warna-warni dalam hidupku. Melangkah kumenghembus nafas menuju kamar untuk melepaskan penat hari ini. *** Mrning,, Baru saja kuterbangun dan mendengar suara azan subuh, bergegas kuberanjak mengambil air wudu lalu sholat subuh. Selesai bersih-bersih, buat sarapan, mandi dan setelah itu sarapan lalu mempersiapkan diri berangkat kerja. Waktu kerjaku dimula dari jam 07:00 sampai jam 16:00 wib, dengan satu jam waktu istirahat. Usai pulang kerja aku langsung brangkat ke kampus dan pulang berakir jam 21:00. Waktuku banyak terpakai di kantor dan di kampus, sampai-sampai waktu sholatpun terasa uber-uberan kata orang jawa. Meskipun terlihat melelahkan namun, aku menjalaninya dengan penuh harapan kelak aku akan dapatkan lagi tempat yang lebih baik dan kesempatan untuk menyelipkan kebahagian kapada orang-orang yang kusayangi. Ditempat kerja ku ada banyak hal yang tak bias diuraikan dari sang bos yang super cerewet, teman-teman kerja yang berbeda-beda asal dan latar belakang bahkan aku yang suka membuat ulah aneh yang membuat si bos dan teman-teman tertawa dan marah. Tapi semuanya tak terasa berjalan selama setahun, sama dengan waktu berpisahanku. Berbeda dengan teman-temanku di kampus, mereka sangat menyenangkan terbuka, saling perduli dan tulus meskipun sering nenyebalkan satu sama lain tetapi mereka sangat berharga. Segala keluh kesah terhapus sirna jikala mereka datang dengan membawa segudang senuman dan cerita-cerita konyol dan garing. Tak kalah juga dengan dosen-dosenku yang sangat cerewet tapi inspiratif. Mungkin karna punya mahasiswa yang super ruwet tapi lucu-lucu langka seperti angkatan ku. Di kampus juga banyak temen-temen cowok yang cool kayak es lilin, hehehehehehehe. Tapi tak satupun yang nyangkut padaku, hehehehehe seperti jemuran saja. Dari awal aku masuk Universitas hingga sekarang terhitung 3,5 tahun dan semua waktu yang berlalu berjalan tanpa terasa meskipun banyak perubaha namun, rasa kepedulian kita tak berkurang sedikitpun itu yang aku suka dari mereka dan aku berharap selamanya kita bisa seperti ini meski kelak waktu perpisahan akan datang jua. *** Someday in another place,, Tak dapat kuuraikan suara angin disekelilingku, melihat begitu banyak senyuman yang tertinggal dimasa lalu. Waktu berjalan begitu cepat bagaikan mimpi, tatkala semua masih putih, senyum dan tawa dihari yang cerah selalu menghiasi hidupku. Entah berapa usiaku saat itu namun, hidup selalu terasa indah tanpa beban dan tanggunjawab akan dirisendiri. Bermain, belajar dan berkumpul dengan keluarga adalah kebiasaanku kini, semua berubah begitu cepat tanpa disadari. Jangankan ingin bermanja-manja dengan keluarga, seeikit waktu untuk diri sendiripun begitu sulit. Hingga mulai kusadari semakin bertambah usiaku semakin besar pula tanggungjawap yang harus kupenuhi, tanggungjawab terhadap diri sendiri,keluarga, kepercayaan, kewajiban dan hak-hak yang harus aku penuhi. Dari semuanya kusadari bahwa kesempatan hanya dating sekali dalam waktu karna, kita tak dapat menilai segalanya dari apa yang telah kita capai dengan kebanggaan akan rasa puas tehadap kesuksesan. Waktu terus berputar titempat yang sama namun, keadaan akan selalu berubah dan tak bisa terulang. Bagaimana kita nanti tergantung kita saat ini seperti orang menabung atau menanam, suatu saat kita akan menuai hasil dari apa yang telah kita kerjakan dan aku yakin jika aku terus berusaha meraih mimpi-mimpiku suat hari ditempat yang berbeda aku akan meraih apa yang aku inginkan. Segala sesuatu akan berubah jika kita mau mengubahnya tapi, kita harus senantiasa berusaha, berdoa dan berkorban untuk membuat semuanya menjadi nyata. Benar nampak dalam hidup kita tidak hanya mimpi belaka. Ditempat yang biasa kududki suatu hari akan aku tinggalkan dan beralih ketempat yang lain. Hati, pandangan, pemikiran, waktu, tempat dan situasi adalah media untuk kita meletakan kenangan dan bukan tempat untuk meletakan harapan. Base on last time, Ketika hatiku bernyanyi memenggilmu untuk datang, meski terkadang lidah berdusta mengingkari rasa yang sesungguhnya. Tetep saja hati berkata sama, bahwa cinta masih ada. 07 Juni 2011 (21:47) Berdiri di atas keegoisanmu begitu menyiksaku, menunggu waktu berpihak padaku begitu lamanya tak datang tanpa jawaban yang sangat kutunggu-tunggu. Hanya butuh kesabaran yang kurasa semakin lama semakin memudar dari hatiku. Cinta indah dan duka semua rasa ada padamu, kini disini aku sendiri bertahan dengan pilihan hati yang begitu menyakitkan dan mengecewakan. Mesi tak pernah tahu bagaimana ujung dari cerita pilu ini darimu orang egois yang menarik hatiku. Akir-akir ini aku merasa jenuh, semenjak pertengkaran itu terjadi. Tapi aku semakin tak bias menahan perasaanku terhadapnya, mungkinkan akalku melayang saat itu? Disaat dia memberikan fonis terhadap hal yang tak pernah bisa aku mengerti hingga saat ini. Keegoisanya dan keangkuhannya bagai pecahan kaca yang terinjak, begitu menyakitkan dan perih sekali. Aku berfikir dan bertanya-tanya apakah yang ada difikiran dan hatimu? Kenapa kau begitu menyebalkan. Sayang jangan gunakan lidahmu untuk menciptakan kata-kata yang tak pantas didengar.

0 komentar: